Pasang Chatbot WhatsApp dalam 5 Menit
Panduan praktis menghubungkan nomor WhatsApp ke AI chatbot, mengisi knowledge base, dan menguji balasan pertama tanpa satu baris kode pun.
Banyak pemilik bisnis menunda pakai chatbot karena membayangkan proses teknis yang panjang: server, API key, developer. Padahal untuk kebutuhan UMKM dan toko online, prosesnya sekarang lebih mirip memasang aplikasi baru di HP.
Berikut alurnya dari nol sampai balasan pertama terkirim.
Menit 1 — Buat akun dan pilih paket
Daftar di dashboard, lalu pilih paket sesuai perkiraan volume chat bulanan. Kalau belum tahu berapa, cek saja berapa chat masuk minggu lalu lalu kalikan empat.
Sebagai gambaran paket di Sahut:
- LITE — Rp 35.000/bulan, ~300+ balasan AI WhatsApp, cocok untuk mencoba.
- STARTER — Rp 75.000/bulan, ~500+ balasan, untuk UMKM yang mulai aktif.
- GROWTH — Rp 199.000/bulan, ~1.500+ balasan, multi-admin.
- BUSINESS — Rp 399.000/bulan, ~5.000+ balasan, priority support.
Kalau kuota habis di tengah bulan, kamu tidak langsung berhenti melayani — ada opsi overage per balasan, atau naik paket kapan saja.
Menit 2 — Hubungkan WhatsApp
Buka menu channel, pilih WhatsApp, lalu scan QR dari dashboard memakai HP yang memegang nomor bisnis. Sama persis seperti login WhatsApp Web.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan nomor bisnis, bukan nomor pribadi.
- Pastikan HP tetap online saat proses pairing.
- Untuk bisnis dengan volume besar dan kebutuhan stabilitas tinggi, pertimbangkan WhatsApp Official API ketimbang koneksi berbasis QR.
Punya Telegram? Tambahkan channel-nya sekalian. Di Sahut, Telegram tidak dibatasi kuota.
Menit 3 — Isi knowledge base
Ini bagian yang paling menentukan kualitas. Knowledge base adalah sumber kebenaran buat AI.
Isi minimal:
- Daftar produk beserta harga dan varian.
- Aturan ongkir dan estimasi waktu kirim.
- 10 pertanyaan yang paling sering masuk, lengkap dengan jawaban idealmu.
- Hal yang tidak boleh dijawab AI — misalnya negosiasi harga atau proses refund.
Jangan menyalin brosur. Tulis dengan kalimat yang benar-benar kamu pakai saat membalas pelanggan.
Menit 4 — Atur nada bicara dan aturan main
Tentukan bagaimana bot memperkenalkan diri, seberapa formal bahasanya, dan kapan percakapan harus dioper ke manusia. Aturan handover yang umum dipakai:
- Pelanggan menyebut komplain, rusak, atau refund.
- Pelanggan meminta diskon di luar promo yang berlaku.
- AI gagal menjawab dua kali berturut-turut.
- Pelanggan mengetik "admin" atau "CS".
Menit 5 — Uji dan aktifkan
Kirim chat ke nomor bisnismu dari HP lain. Uji tiga skenario:
- Pertanyaan mudah: "Harga produk A berapa?"
- Pertanyaan menjebak: "Bisa kurang gak?"
- Pertanyaan di luar konteks: "Buka cabang di Medan gak?"
Yang kamu cari bukan jawaban sempurna, tapi jawaban yang tidak mengarang. Kalau bot mulai menebak-nebak, tambahkan informasi itu ke knowledge base atau masukkan ke daftar handover.
Kalau tiga skenario tadi lolos, aktifkan bot.
Setelah hari pertama
Sisihkan 10 menit setiap minggu untuk membuka analytics: lihat pertanyaan teratas, jawaban yang gagal, dan berapa persen chat yang tuntas tanpa manusia. Setiap temuan di situ langsung jadi bahan perbaikan knowledge base.
Setup memang lima menit. Yang membuat chatbot benar-benar berguna adalah kebiasaan merawatnya sesudah itu.